Makalah Langkah-langkah Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi

MAKALAH

LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN SILABUS

BERBASIS KOMPETENSI

 

Disusun untuk  memenuhi salah satu tugas

pada mata kuliah Pembelajaran SKI di MI

Dosen pengampu Drs. H. Mukhtar Saefudin, M.Ag

 

 

 

Disusun Oleh Kelompok III:

Ade Rahmawati Arnisa           : 10.210221

Afni Nursani                            : 10.210223

Nur Laelatun Nisak                 : 10.210251

 

PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA

(STAINU) KEBUMEN

2012/2013


KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillahirobil’alamin, puji syukur kehadirat Alloh SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik, hidayah serta inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Langkah-langkah Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi”. 

Penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkenan membantu baik moral maupun spiritual, sehingga penulis berhasil menyelesaikan makalah ini. Penulis hanyalah manusia biasa yang tidak pernah lepas dari sebuah kesalahan, maka adapun makalah ini masih jauh dari sebuah kesempurnaan namun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa memberikan yang terbaik.

Untuk itu sebagai perantara perbaikan menuju kesempurnaan, penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang budiman. Dan mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan.

 

 

 

Kebumen, 01 April 2013

 

Penulis

 

 

DAFTAR ISI

 

 

HALAMAN JUDUL …………………………………………………………………………………. i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………………. ii

DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………………………………. 1

  1. Latar Belakang ……………………………………………………………………………….. 1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………………………… 1

BAB II PEMBAHASAN ………………………………………………………………………….. 2

  1. Langkah-langkah Pengembangan Silabus……………………………………………. 2
  2. Proses Penyusunan Silabus……………………………………………………………… 10
  3. Format Silabus………………………………………………………………………….. …. 11

BAB III PENUTUP ………………………………………………………………………………… 13

  1. Kesimpulan ……………………………………………………………………………… …. 13
  2. Saran …………………………………………………………………………………………… 13

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………….. …. 14

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar belakang

Peran pembelajar (guru/dosen) di sekolah tidak hanya memberikan materi terhada pebelajar (di SD, SLTP, SLTA dan Perguruan tinggi) akan tetapi pebelajar harus memberi wahana baru dan inovasi kepada pembelajarannya. Pembelajaran harus diposisikan sebagai agen modernisasi dalam segala bidang, dan harus memiliki visi tentang apa yang diperbuat bagi pebelajarnya, mengapa dia melakuakan suatu perbuatan dan bagaimana cara dia melakukannnnya terhadap pembelajarannya itu. Dalam hal ini pengembangan silabus berperan penting karena merupakan salah satu tahapan kurikulum, khususnya untuk menjawab pertanyaan “apa yang harus dipelajari?”.

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Pada kesempatan ini kami akan coba membahas tentang langkah-langkah pengembangan silabus tersebut.

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana langkah-langkah pengembangan silabus berbasis kompetensi?
  2. Bagaimana proses penyusunan silabus?
  3. Bagaimana format silabus?

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.    Langkah-langkah pengembangan silabus

Secara umum proses pengembangan silabus berbasis kompetensi terdiri atas tujuh langkah utama sebagaimana tercantum dalam Buku Pedoman Umum Pengembangan Silabus (Dediknas, 2004) yaitu:

1)      Mengisi identitas Silabus

Identitas terdiri atas nama sekolah/madrasah, kelas, mata pelajaran, dan semester.  Identitas silabus ditulis di atas matriks silabus.

2)      Menuliskan Standar Kompetensi

Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar Kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar) Mata Pelajaran.

Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD;
  2. Keterkaitan antarstandar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran;
  3. Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran.

Standar Kompetensi dituliskan di atas matrik silabus di bawah tulisan semester.

3)      Menuliskan Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi.

Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. urutan berdasarkan hirarkhi konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar;
  2. keterkaitan antar Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran; dan
  3. keterkaitan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antar mata pelajaran.

4)      Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran

Dalam mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran perlu mempertimbangkan:

  1. relevansi materi pokok dengan SK dan KD;
  2. tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta  didik;
  3. kebermanfaatan bagi peserta didik;
  4. struktur keilmuan;
  5. kedalaman dan keluasan materi;
  6. relevansi dengan kebutuhan peseta didik dan tuntutan lingkungan; dan
  7. alokasi waktu.

Selain hal-hal di atas, dalam mengidentifikasi materi pokok/ pembelajaran harus diperhatikan prinsip-prinsip:

  1. kesahihan (validity), materi memang benar-benar teruji kebenaran dan kesahihannya;
  2. tingkat kepentingan (significance), materi yang diajarkan memang benar-benar diperlukan oleh siswa diperlukan oleh siswa;
  3. kebermanfaatan (utility), materi tersebut memberikan dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan pada jenjang berikutnya;
  4. layak dipelajari (learnability), materi layak dipelajari, baik dari aspek tingkat kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar dan kondisi setempat;
  5. menarik minat (interest), materinya menarik minat siswa dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut.

5)      Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Kegiatan pembelajaran yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

Kriteria dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut.

  1. Kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum.
  2. Kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi dasar secara utuh.
  3. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.
  4. Kegiatan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered). Guru harus selalu berpikir kegiatan apa yang bisa dilakukan agar siswa memiliki kompetensi yang telah ditetapkan.
  5. Materi  kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
  6. Perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas memuat materi yang harus dikuasai untuk mencapai Kompetensi Dasar.
  7. Penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting, artinya bagi KD-KD yang memerlukan prasyarat tertentu.
  8. Pembelajaran  bersifat spiral (terjadi pengulangan-pengulangan pembelajaran materi tertentu).
  9. Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran siswa, yaitu kegiatan dan objek belajar.

Pemilihan kegiatan pembelajaran mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

  1. Memberikan peluang bagi siswa untuk mencari, mengolah, dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru.
  2. Mencerminkan ciri khas dalam pegembangan kemapuan mata pelajaran.
  3. Disesuaikan dengan kemampuan siswa, sumber belajar dan sarana yang tersedia.
  4. Bervariasi dengan mengombinasikan kegiatan individu/perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal.
  5. Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual siswa seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga, sosial-ekomomi, dan budaya, serta masalah khusus yang dihadapi siswa yang bersangkutan.

6)      Merumuskan Indikator

Untuk mengembangkan instrumen penilaian, terlebih dahulu diperhatikan indikator.  Oleh karena itu, di dalam penentuan indikator diperlukan kriteria-kriteria berikut ini. Kriteria indikator adalah sebagai berikut.

  1. Sesuai tingkat perkembangan berpikir siswa.
  2. Berkaitan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.
  3. Memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari (life skills).
  4. Harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa secara utuh (kognitif, afektif, dan psikomotor).
  5. Memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan.
  6. Dapat diukur/dapat dikuantifikasikan/dapat diamati.
  7. Menggunakan kata kerja operasional.

7)      Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Untuk mengembangkan instrumen penilaian terlebih dahulu diperhatikan indikator. Di dalam kegiatan penilaian ini terdapat tiga komponen penting, yaitu teknik penilaian, bentuk instrumen, dan contoh instrumen.

  1. a.      Teknik Penilaian

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi yang telah ditentukan.  Adapun yang dimaksud dengan teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. 

Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam rangka penilaian ini, yang secara garis besar dapat dikategorikan sebagai teknik tes dan teknik nontes.Teknik tes merupakan cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang memerlukan jawaban betul atau salah, sedangkan teknik nontes adalah suatu cara untuk memperoleh informasi melalui pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban betul atau salah.

Dalam melaksanakan penilaian, penyusun silabus perlu memperhatikan prinsip-prinsip berikut ini.

1)        Pemilihan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan dinilai sehingga memudahkan dalam penyusunan soal.

2)        Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator.

3)        Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan siswa setelah siswa mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

4)        Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

5)        Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa program remedi. Apabila siswa belum menguasai suatu kompetensi dasar, ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi, dan bila telah menguasai kompetensi dasar, ia diberi tugas pengayaan.

6)        Siswa yang telah menguasai semua atau hampir semua kompetensi dasar dapat diberi tugas untuk mempelajari kompetensi dasar berikutnya.

7)        Dalam sistem penilaian berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat.

8)        Penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran: kognitif, afektif dan psikomotor dengan menggunakan berbagai model penilaian, baik  formal maupun nonformal secara berkesinambungan.

9)        Penilaian merupakan suatu proses pengumpulan dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat, dan konsisten sebagai akuntabilitas publik.

10)    Penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar siswa.

11)    Penilaian berorientasi pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator. Dengan demikian, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai perkembangan pencapaian kompetensi.

12)    Penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan terus menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan penguasaan kompetensi  siswa, baik sebagai efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari proses pembelajaran.

13)    Sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan, penilaian harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil dengan  melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

  1. b.      Bentuk Instrumen

Bentuk instrumen yang dipilih harus sesuai dengan teknik penilaiannya.

1)        Tes tulis, dapat berupa tes esai/uraian, pilihan ganda, isian, menjodohkan dan sebagainya.

2)        Tes lisan, berbentuk daftar pertanyaan.

3)        Tes unjuk kerja, dapat berupa tes identifikasi, tes simulasi, dan uji petik kerja produk, uji petik kerja prosedur, atau uji petik kerja prosedur dan produk.

4)        Penugasan, seperti tugas proyek atau tugas rumah.

5)        Observasi,  menggunakan lembar observasi.

6)        Wawancara, menggunakan pedoman wawancara

7)        Portofolio, menggunakan dokumen pekerjaan, karya, dan atau prestasi siswa.

8)        Penilaian diri, menggunakan lembar penilaian diri

Sesudah penentuan instrumen tes telah dipandang tepat, selanjutnya instrumen tes itu dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia.

  1. c.       Contoh Instrumen

          Setelah ditetapkan bentuk instrumennya, selanjutnya dibuat contohnya. Contoh instrumen dapat dituliskan di dalam kolom matriks silabus yang tersedia.  Namun, apabila dipandang hal itu menyu­lit­kan karena kolom yang tersedia tidak mencukupi, contoh instrumen penilaian diletakkan di dalam lampiran.

8)      Menentukan Alokasi Waktu

Alokasi waktu adalah jumlah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian suatu Kompetensi Dasar tertentu, dengan memperhatikan:

  1. Minggu efektif per semester,
  2. Alokasi waktu mata pelajaran, dan
  3. Jumlah kompetensi per semester.

9)      Menentukan Sumber Belajar  

Sumber belajar merupakan segala sesuatu yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat berupa buku teks, media cetak, media elektronika, nara sumber, lingkungan alam sekitar, dan sebagainya.

 

10)   Menentukan Nilai Karakter yang Diintegrasikan

Nilai karakter dipilih dari 18 (delapan belas) nilai utama yang disesuaikan dengan karakterisktik Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar.

 

  1. B.     Proses Penyusunan Silabus
  2. 1.      Perencanaan

Tim yang ditugaskan untuk menyusun silabus terlebih dahulu perlu mengumpulkan informasi dan mempersiapkan kepustakaan atau referensi yang sesuai untuk mengembangkan silabus. Pencarian informasi dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat teknologi dan informasi seperti multi media dan internet.

  1. 2.      Pelaksanaan 

Dalam melaksanakan penyusunan silabus, penyusun silabus perlu memahami semua perangkat yang berhubungan dengan penyusunan silabus, seperti Standar Isi yang berhubungan dengan mata pelajaran yang bersangkutan dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan.

  1. 3.      Perbaikan

Buram silabus perlu dikaji ulang sebelum digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Pengkajian dapat melibatkan para spesialis kurikulum, ahli mata pelajaran, ahli didaktik-metodik, ahli penilaian, psikolog, guru/instruktur, kepala sekolah, pengawas, staf profesional dinas pendidikan, perwakilan orang tua siswa, dan siswa itu sendiri.

  1. 4.      Pemantapan

Masukan dari pengkajian ulang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk memperbaiki buram awal. Apabila telah memenuhi kriteria rancangan silabus dapat segera disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.

  1. 5.      Penilaian silabus

Penilaian pelaksanaan silabus perlu dilakukan secara berkala dengan mengunakaan model-model penilaian kurikulum.

 

 

  1. C.    Format Silabus
  2. 1.      Komponen silabus

Silabus memuat sekurang-kurangnya komponen-komponen berikut ini.

  1. Identitas Silabus
  2. Standar Kompentensi
  3. Kompetensi Dasar
  4. Materi Pokok/Pembelajaran
  5. Kegiatan Pembelajaran
  6. Indikator
  7. Penilaian
  8. Alokasi Waktu
  9. Sumber Belajar
  10. Nilai Karakter

Komponen-komponen silabus di atas, selanjutnya dapat disajikan dalam contoh format silabus secara horisontal atau vertikal sebagai berikut.

  1. 2.      Format 1: Horizontal

SILABUS PEMBELAJARAN

 

Sekolah/Madrasah                        : …..

Kelas                                            : …..

Mata Pelajaran                              : …..

Semester                                       : …..

Standar Kompetensi                     : …..

        

Kompetensi

Dasar

Materi

Pokok/

Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Indikator

Penilaian

Alokasi

Waktu

Sumber

Belajar

Nilai Karakter

Teknik

Bentuk

Instrumen

Contoh

Instrumen

               

 

 
               

 

 
               

 

 

 

  1. 3.      Format 2: Vertikal

SILABUS PEMBELAJARAN

 

Nama Sekolah/Madrasah             : ……

Mata Pelajaran                              : ……

Kelas/Semester                             : ……

 

                                   I.            Standar Kompetensi             : …………………..

                                II.            Kompetensi Dasar                 : …………………..

                             III.            Materi Pokok/Pembelajaran  : …………………..

                             IV.            Kegiatan Pembelajaran         : …………………..

                                V.            Indikator                               : …………………..

                             VI.            Penilaian                                : …………………..

                          VII.            Alokasi Waktu                      : …………………..

                       VIII.            Sumber Belajar                      : …………………..

                             IX.            Nilai Karakter                       : …………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. A.    Kesimpulan
  2. Langkah-langkah pengembangan silabus, antara lain:
    1. Mengisi identitas Silabus
    2. Menuliskan Standar Kompetensi
    3. Menuliskan Kompetensi Dasar
    4. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
    5. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
    6. Merumuskan Indikator
    7. Penilaian
    8. Menentukan Alokasi Waktu
    9. Menentukan Sumber Belajar
    10. Menentukan Nilai Karakter yang Diintegrasikan
    11. Proses penyusunan silabus, antara lain:
      1. Perencanaan
      2. Pelaksanaan
      3. Perbaikan
      4. Pemantapan
      5. Penilaian silabus
      6. Format silabus dibagi menjadi dua, yaitu:
        1. Format horizontal
        2. Format vertikal

 

  1. B.     Saran

Makalah ini kalau diperhatikan dalam penulisannya dan penyajiannya memang sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis sangat mengharapkan sekali sebuah kritikan atau saran yang sekiranya membangun guna perbaikan makalah selanjutnya. Dan mudah – mudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan bagi penulis pada khususnya. Amin.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdul majid. 2009. Perencanaa Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Martiyono. 2012. Perencanaan Pembelajaran: Suatu Pendekatan Praktis Merencanakan Pembelajaran Di Sd/Mi Berdasarkan Ktsp. Kebumen: Aswaja Presindo.

 http://wahyu-wicak.blogspot.com/2010/12/pengembangan-silabus-berbasis.html, 31/03/2013

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s